RSS

Laporan Kuliah Kerja Lapangan di Bandung

27 Dec

Dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Prodi. Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar 2011, pada hari Kamis, 15 Desember 2011. Seluruh peserta mengadakan kunjungan ke Museum Geologi Bandung.

Hasil pengamatan yang terkait dalam pembelajaran matematika pada Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Bandung, tepatnya di Museum Geologi Bandung sebagai berikut :

museum geologi

Museum Geologi Bandung, didirikan pada tanggal 16 mei 1928, museum ini terletak di jalan Diponegoro No.  57 Bandung. Museum Geologi ini menyimpan dan mengelola materi geologi yang melimpah,seperti fosil, batuan, mineral, yang dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak tahun 1850. Pada awalnya, museum ini berfungsi sebagai laboratorium, tempat penyimpanan hasil penyelidikan geologi dan pertambangan dari berbagai wilayah indonesia. Seiring berjalannya waktu, museum ini berkembang fungsinya sebagai sarana pendidikan, penyedia berbagai informasi tentang ilmu kebumian dan objek wisata.

Museum geologi bandung terdiri dari 2 lantai, dimana lantai 1 terdiri dari 3 ruang utama dan lantai 2 juga terdiri dari 3 ruang utama.

Lantai I :

Ruang Orientasi

Pada ruang ini berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informai museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian.

Ruang Sayap Barat

            Pada ruang ini dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang :

  • Hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tatasurya.
  • Tatanan tektonik regional yang berbentuk geologi Indonesia; ditujukan dalam bentuk maket model gerakan lempeng kulit bumi aktif.
  • Keadaan geologi Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta Papua.

Ruang Sayap Timur

            Ruang ini menggambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga modern, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan.

  • Panel – panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu dimana makhluk hidup yang paling primitif belum ditemukan yang keberadaannya direkam dalam bentuk fosil.

  • Kumpulan fosil tengkorak manusia purba.

  • Reptilia bertulang-belakang berukuran besar yang hidup menguasai Masa Mesozoikum Tengah hingga Akhir (210-65 juta tahun lalu).

  • Sejarah pembentukan Danau Bandung serta bukti kehidupan prasejarahnya.

Lantai II

Terbagi menjadi 3 ruangan utama : ruang barat, ruang tengah, dan ruang timur.

Ruang barat

dipakai oleh staf museum.

Sementara ruang tengah dan timur di lantai ini yang digunakan untuk peragaan dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia.

Ruang Tengah

Berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengan Irian Jaya. Tambang terbuka Gransberg yang mempunyai cadangan sekitar 1,186 milyar ton; dengan kandungan tembaga 1,02%, emas 1,19 gram/ton dan perak 3 gram/ton. Gabungan beberapa tambang terbuka dan tambang bawahtanah aktif di sekitarnya memberikan cadangan bijih sebanyak 2,5 milyar ton. Bekas Tambang Ertsberg (Gunung Bijih) di sebelah tenggara Grasberg yang ditutup pada tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan menjadi objek geowisata yang menarik. Beberapa contoh batuan asal Irian Jaya (Papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca di sekitar maket. Miniatur menara pemboran minyak dan gas bumi juga diperagakan di sini.

Ruang Timur

Terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang kesemuanya memberikan informasi tentang aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya di Indonesia.

  • Ruang 1 menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumber daya mineral di Indonesia.
  • Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral.
  • Ruang 3 berisi informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional maupun moderen.
  • Ruang 4 menunjukkan cara pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi.
  • Ruang 5 memaparkan informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longksor, letusas gunung api dan sebagainya.
  • Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunung apian.
  • Ruang 7 menjelaskan tentang sumber daya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumber daya tersebut.

Dari uraian di atas pengamatan yang terkait dengan pembelajaran matematika adalah dapat mengetahui umur atau usia dari kehidupan makhluk hidup yang pernah ada di bumi.

 
Leave a comment

Posted by on December 27, 2011 in Laporan KKL

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: